
Berbagai kalimat telah digunakan untuk mendeskripsikan apa itu “cinta” tapi hanya satu yang sama, bahwa ia adalah bukan sesuatu yang bisa dipegang dengan tangan, di cium dengan bibir, atau di simpan dalam lemari es dan pada waktu nantinya kita butuh diambil kapan saja dengan harapan kondisinya tidak berubah.
CInta adalah salah satu romantika kehidupan, yang dengannya orang bisa tertawa dan tersenyum bahagia, namun ada pula yang dibuat menangis, bersedih,berduka bahkan gila olehnya. Dalam arti yang luas sebenernya “cinta” bisa oleh dan untuk siapa saja selama dia punya perasaan,akal dan hati nurani. Bisa dari keluarga ke kita, kita ke teman, kita ke pacar dan atau sebaliknya. Tapi biasanya sich point terakhir yang agak seru untuk diperbincangkan, betul?
Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa jaman demi jaman terus berganti, norma dan budaya mulai bergeser dari tatanan yang sebenernya, bahkan hukum dan undang-undang pun banyak direvisi untuk disesuaikan dengan kondisi yang ada , tapi kata orang tidak ada yang berubah dari “cinta” hanya sudut pandang dan penafsiran orang tentang “cinta” yang berubah, makanya sepintas nilai “cinta” mulai luntur tapi hatiku masih berkata “tidak” untuk kasus itu.
Dulu, pernah aku merasa jatuh cinta kepada seseorang, mudah banget bahkan, dikit-dikit merasa jatuh cinta, akhirnya lama-lama aku tersadar bahwa itu hanyalah sebuah wujud ketertarikan, tapi suatu waktu aku punya perasaan berbeda, bahkan aku tidak merasakan bahwa itu “cinta” (seperti yang aku kira sebelumnya) aku hanya merasa bahwa dia adalah jodohku, meski baru kenal aku sudah merasa dekat, sudah merasa nyaman saat sekedar mendengar suaranya, meski sebenernya kita terpisah oleh kita dan belum pernah saling berjumpa dan bertatap muka, tapi aku bener-bener punya feeling bahwa dia adalah satu yang aku nantikan, yang aku impikan dan yang aku dambakan.
Akhirnya jodoh telah mempertemukan kami, dia kuliah di Semarang juga. Kira-kira 1 minggu dia di Semarang membuat impianku jadi kenyataan, yup dia mau untuk berbagi suka duka denganku, berusaha mewujudkan impian kita bersama meski apapun rintangannya. Satu setengah tahun sudah kami jalani, banyak hal dari mulai senang, sedih, gembira, jengkel, nggonduk, panik, gelisah,dll kami jalanin bareng, dan dari situlah aku merasakan bagaimana mencintai dan dicintai seseorang. Sampai Akhirnya kira-kira setahun lalu Aku dengan terpaksa berpisah dengannya.
Di minggu-minggu awal hal itu tidak terasa banget, hanya selalu berpikir “Ya..mungkin blom jodohnya, semoga saja nanti dapat yang bener-bener berjodoh denganku” tapi beberapa minggu kemudian baru terasa, sesak banget rasanya dada ini, hancur banget, sampai-sampai bikin aku tak sadarkan diri dua hari dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Semenjak itu hari demi hari aku semakin paham yang dimaksud dengan “cinta”, dia akan selalu punya tempat kusus di ruang hati ini, dia tak akan pernah sirna kemana, meski ribuan mil jalan setapak aku lalui dan ratusan pulau aku jelajahi untuk bisa menghilangkan perasaan itu, tetap tidak akan bisa.
Dan pada suatu waktu aku benar-benar lebih tau apa itu “cinta”, bahwa dia adalah keihklasan, pengorbanan, kekuatan,kelemahan,dll,dan satu lagi yang paling penting, bahwa dia adalah kodrat Tuhan.
Jadi jangan sampai kita terlalu terbuai olehnya, terlalu mengelu elukannya, terlalu berharap darinya, atau terlalu membanggakannya, karena hanya cinta kita kepada Tuhan yang abadi.
Eh tunggu, bagaimana dengan cinta sejati? Just a simple think seperti yang kurasakan saat ini, aku masih mencintainya, tapi aku sungguh sangat bahagia saat tau dia selalu tersenyum manis seperti dulu, saat dia ceria dan tertawa, dan disaat selalu ada seseorang disaat dia butuh, meskipun orang itu bukan aku.
